Jikamasih belum cukup, lihatlah di sekitar kita, selalu ada saja orang yang kita kenal, baik itu teman kelas, tetangga seumuran, maupun teman kerja, bagi saya, status teman seperti itu sudah cukup. Kita dihubungkan dengan relasi yang saling menguntungkan, Contoh : Lanjutkan Membaca Asyari Ramadhan
Sebagaiorang yang pernah melakukan kaderisasi saya juga pernah menghadapi banyak mahasiswa yang menolak ajakan untuk bergabung. Kalimat persuasi lebih sering digunakan dalam bahasa promosi iklan slogan himbauan dan juga kalimat ajakan lainnya. Memilih caption media sosial menjadi hal yang penting di era modern ini.
Hasilnyasaya bisa membuat kompak tim saya yang beranggotakan 9 Orang 😁, yaitu dengan beberapa tips diantaranya : Sering Adakan Perkumpulan Atur Jadwal Rapat Secara Tegas dan Jelas (gunakan SOP) Buat mereka merasa bebas dalam menyampaikan pendapat. (karna setiap orang ingin merasa dibutuhkan)
Merekaawalnya menyukai saya dan seringkali mengajak saya bergabung untuk bermain bersama. Namun, saat naik ke kelas 5, salah satu anak dari kelompok tersebut kelihatannya tidak menyukai kehadiran saya pada kelompoknya. (termasuk saya) yang sering berkumpul untuk membuat tugas bersama atau belajar bersama. Suatu hari, anak-anak di kelas
Bangkitkanrasa bahwa ia dihargai dalam kelompok. 3. Choice (pilihan): jika anggota tim tersebut masih terlihat abai, anda bisa memanggilnya kembali dan bertanya kesulitan yang ia temui. Anda juga bisa menanyakan apa yang bisa anda bantu kepadanya. Bisa jadi, ia menginginkan tugas tertentu yang lebih ia kuasai.
Menurutsaya dia susah mendapatkan teman karena : Dia muka dua, di depan saya dia baik tetapi di belakang saya dia menjelek-jelekan saya karena dia iri kepada saya yang bisa akrab dengan banyak orang Dia sangat egois, pernah teman saya membuat salah tanpa sengaja dia bahkan m Lanjutkan Membaca Faran Aiki
. Mungkin kamu sudah sering banget mendengar masukan atau nasehat, bahwa networking—atau punya banyak teman/kenalan—ada banyak keuntungannya. Masalahnya, networking atau cari banyak teman, tuh, nggak gampang dilakukan, kalau kamu seorang introvert. Benar nggak? Sementara kalau rasa “malas bergaul” atau “malas basa-basi” diturutin terus, kapan kamu bisa punya network atau SquadGoals yang oke? Gimanapun juga, teman adalah unsur penting dalam hidup. Bukan hanya sebagai “networking” yang akan mempermulus perkuliahan atau karier kamu, lho! Tetapi juga sebagai tempat berbagi suka-duka dan teman ketawa-ketawa. Pokoknya rugi banget, deh, kalau kamu nggak punya support system yang solid. Nah, buat kamu para introvert—seperti saya, lho—berikut adalah hal-hal sederhana yang bisa kamu lakukan untuk menjalin pertemanan. 1. Ikut nongkrong dengan teman-temannya temanmu Kalau kamu nggak nyaman untuk terjun ke “kelompok pergaulan” baru sendiran, paling enak kalau bisa “nebeng” teman. Ikutlah dengan teman yang sudah akrab dengan kamu, dan kenalanlah dengan teman-temannya. Ikutan aja nongkrong bareng. Syukur-syukur kamu cocok, dan akhirnya bisa terus berteman dengan mereka. 2. Cari komunitas baru Tulis lima tempat dimana kira-kira kamu bisa ketemu dengan orang-orang baru yang punya minat yang sama denganmu, trus hadirilah dengan rutin. Misalnya, komunitas lari pagi kalau kamu suka olahraga lagi, tim futsal kampus, UKM, komunitas di forum internet, klub sinema, klub buku, dan sebagainya. Saya sendiri punya beberapa sahabat, dan kami ketemu di dunia blog, karena kami semua sama-sama suka nge-blog. Kita akhirnya nge-geng selama 4-5 tahun, sampai sekarang. 3. Jangan “judes” Kalau kamu sudah bergabung ke sebuah komunitas atau lingkungan baru, usahakan untuk bersikap ramah dan terbuka, ya. Kalau ada yang senyum sama kamu, senyum balik. Kalau ada yang nanya-nanya sama kamu, jawab sebaiknya. Memang, nggak semua orang berniat balik. Kalau kamu cewek, mungkin ada aja cowok yang senyum-senyum ke kamu karena pengen ngegodain. Tapi nggak semua orang begitu, kok. Ada aja orang-orang bersikap baik karena memang ingin mengenalmu. 4. Belajar untuk “tahan” basa-basi Saya tahu, sih, biasanya orang introvert nggak tahan terlalu lama atau terlalu sering ngobrol basa-basi. Tapi yang namanya memulai pertemanan, pasti harus dimulai dari ngobrol-ngobrol kecil dulu. 5. Kalau grogi, nggak usah banyak bicara. Banyak mendengar aja! Kalau baru kenalan dengan seseorang, seorang introvert agak susah untuk banyak bicara. Bisa bikin nerfes! Namun supaya pembicarannya nggak “mati”, coba aja sering-sering bertanya kepada lawan bicara kamu, khususnya tentang diri dan minatnya. Misalnya, kalau kamu lihat dia pakai baju bola tim tertentu, “Suka bola, ya? Nonton pertandingan xxx nggak minggu lalu? Gimana tuh, menurut lo?” Trus, tanya-tanya juga, deh, tentang tim favorit mereka. Makanya wawasan umum kamu juga harus luas, ya. Tujuannya adalah supaya kamu nggak perlu banyak bicara tentang diri kamu sendiri. Cukup jadi pendengar yang baik aja. 6. Jangan memaksakan diri Siapa bilang, bergaul itu harus berjam-jam? Nggak, lah. Kamu boleh banget nongkrong di suatu komunitas atau event selama 1-2 jam aja. Kalau merasa sudah cukup, silahkan pulang. Jangan maksain diri tersiksa demi, misalnya, nungguin teman. Bersosialisasi itu nggak selalu gampang untuk orang introvert. Prinsipnya, lakukan selama dan sebisa kamu aja, namun dengan rutin. 7. Aktiflah berinteraksi secara online God bless internet! Bagi seorang introvert, fasilitas internet memang perlu disyukuri banget, deh. Soalnya, berbicara dengan orang secara langsung bisa terasa mengintimidasi, makanya chat group atau media sosial bisa jadi andalan kamu untuk “bersosialisasi”. Maka walaupun aslinya kamu jarang keluar, coba mantapkan, deh, kehadiran online kamu. Aktiflah di chat group dan media sosial, jadilah kepribadian yang hangat dan seru di sana, asalkan jangan jadi gengges, ya. 8. Cobalah untuk open-minded Saya paham, orang introvert biasanya observant banget. Suka mengamati berbagai hal dan beragam orang, trus diam-diam komentar dalam hati, hihihi. Tapi coba, deh, untuk nggak terlalu judgmental terhadap orang lain. Kamu nggak tahu, lho, apa yang sedang dialami orang-orang tersebut. Kalau kamu ingin memperluas pergaulan, penting untuk punya pemikiran terbuka alias open-mind. 9. Sabar, sob! Pertemanan nggak bisa tercipta dengan instan, lho. Jadi jangan, ya, stress kalau kamu merasa lingkungan pergaulan belum meluas juga. Jangan lupa, hubungan pertemanan yang solid perlu waktu untuk terbentuk. Kamu juga nggak bisa memaksakan diri sendiri punya teman, kalau kamu nggak tulus dan benar-benar klop dengan orang-orangnya. Intinya, kalau kamu nggak sreg dengan kenalan-kenalan baru kamu, jangan dipaksakan jadi sahabat. 10. Jaga pertemanan lama Yang paling penting, kalau sudah punya teman baru, teman lama jangan dilupakan, ya! sumber gambar
Bekerja itu sulit, tapi lebih sulit lagi kalau jadi pengangguran enggak, sih? Apalagi kalau yang menganggur adalah teman dekat, tentu keinginan membantu bertambah besar. Simak cara bantu teman yang masih belum dapat kerja di bawah ini, yuk!Sebenarnya, membantu teman mendapat kerja tidak hanya bermanfaat untuknya, tapi juga buat Beautynesian jika saja ada keinginan untuk resign dan mendapatkan pekerjaan baru. Ini cara yang bisa Beautynesian lakukan! Berikan rekomendasi Image credit Memberikan rekomendasi adalah hal termudah dalam cara bantu teman yang masih belum dapat kerja. Beautynesian bisa memberikan rekomendasi, berisi keahlian, kemampuan, dan pengalaman yang dimiliki oleh teman. Rekomendasi ini bisa di platform pencairan kerja, seperti misalnya LinkedIn. Bisa juga menyarankan teman untuk minta rekomendasi dari atasan tempat ia bekerja perluas jaringan Image credit Jika kebetulan Beautynesian bergabung dengan beberapa perkumpulan atau organisasi, bisa ajak teman yang sedang dalam posisi pengangguran ini. Tujuannya, untuk memperluas jaringan yang ia miliki, dan mendapat tawaran pekerjaan baru. Siapa tahu, di organisasi yang Beautynesian ikuti juga ada teman lain yang mencari karyawan baru dengan kualifikasi sesuai dengan teman yang mencari kerja. Di sisi lain, cara bantu teman yang masih belum dapat kerja ini bisa menambah insight dan informasi-informasi baru seputar dunia kerja. Jadi, jangan ragu untuk meluangkan waktu mengajak teman Beautynesian untuk nongkrong, ngobrol, dan bertemu dengan teman-teman lainnya. Semoga informasi ini bermanfaat dan membantumu ya, Beautynesian! ebn/ebn
Istilah "Wacana forever" , tentu sudah tidak asing lagi di telinga kita. Tiap kali berencana untuk berkumpul bersama, seolah ada saja penghalang untuk menggagalkan itu lulus sekolah, biasanya untuk berkumpul kembali dengan teman tidaklah mudah. Ada saja beragam alasan yang melatar belakangi seseorang untuk tidak ikut hadir dalam acara. Beberapa alasan berikut ini kemungkinan adalah penyebab kenapa seseorang susah banget diajak ngumpul sama teman. Yuk langsung kita bahas saja!1. Berhalangan hadir karena ada acara keluargaunsplash/Boxed Water Is BetterTidak ikut serta dalam acara kumpul-kumpul bersama teman, bukan berarti kita bisa seenaknya saja bilang "Ah paling dia mah nggak nganggap acara kita ini penting". Jangan salah sangka dulu! Boleh jadi teman kamu itu berhalangan hadir karena ada acara keluarga yang tidak bisa dia tinggalkan begitu saja. Siapa tahu kan, temanmu itu tadinya pengen banget datang ke acara kumpul-kumpul itu. Tapi karena ada acara keluarga, dengan berat hati temanmu itu tidak menghadiri acara yang kamu dan teman-temanmu Sibuk dengan pekerjaan ataupun tugas kuliahnyaunsplash/Bench AccountingSibuk dengan urusan pekerjaan ataupun tugas kuliah, kerap kali menjadi kendala seseorang untuk bisa ikut berkumpul bersama teman tuntunan pekerjaan yang tidak bisa ditinggalkan begitu saja, serta tugas dari kampus yang sudah 'menggunung' begitu banyaknya. Mau tidak mau, kamu harus berpuasa sebentar untuk kumpul-kumpul bareng teman-temanmu itu. Baca Juga 5 Manfaat Memenuhi Undangan dari Teman, Jangan Ansos ya! 3. Mager buat pergi ke mana-manaunsplash/Kinga CichewiczKetika mager melanda, seringkali kita dibuat tidak berdaya olehnya. Mau bangun dari tempat tidur saja, berat sekali rasanya. Belum lagi kalau ada teman lamamu yang ngajak kumpul-kumpul, sudah pasti pilihan kamu antara mengabaikan ajakan darinya, atau mungkin kamu berusaha menolaknya dengan cara halus."Mending bobo cantik di rumah" Mungkin itu yang ada di pikiranmu saat itu.4. Tidak ingin bertemu dengan seseorang yang tidak kamu sukaunsplash/Scott WarmanDalam sebuah pergaulan, sesekali kamu pasti pernah merasa nggak suka dengan perilaku seseorang. Misalnya saja, ada salah satu temanmu yang hobinya jelek-jelekin orang, terlalu berlebihan dalam membanggakan diri sendiri. Dan alhasil, tiap kali kamu berada di dekatnya, kamu sering merasa kesal dan geregetan sewaktu-waktu kawanmu mengajakmu untuk kumpul bersama. Seringkali keberadaan temanmu yang berperilaku tidak baik itu, menjadi halangan terbesarmu untuk datang ke acara kumpul-kumpul tersebut. "Males ah kalau harus dengerin ocehan nggak penting dari mulut dia, yang ada cuma bikin pusing kepala aja!" Pikirmu dalam hati. 5. Merasa minder dengan penampilan dan perubahan teman-temanmu sekarangunsplash/Jeffrey WegrzynMelihat kemajuan teman-temanmu yang begitu pesat, sedangkan kamu berpikir hidupmu masih begitu-begitu saja, seolah tidak ada kemajuan. Ditambah dengan penampilan teman lamamu yang semakin membuatmu pangling. Hal tersebut seringkali membuatmu merasa minder dan rendah diri jika harus bertemu dan berkumpul bersama mereka. Tapi satu hal yang harus kamu ingat bahwa setiap orang punya waktunya sendiri untuk optimis, dan terus berjuang untuk menggapai apa yang menjadi impianmu Bokek, alias gak punya ongkos buat keluar sama temanunsplash/freddie marriageKumpul sama teman juga butuh modal, belum lagi kalau ngumpulnya itu di cafe yang mau nggak mau kamu harus merogoh kocek untuk membeli makanan. Kalau kumpulnya itu di awal bulan ketika kamu baru gajian, mungkin kamu bakal setuju. Tapi, kalau pas kebetulan kumpulnya itu di saat isi dompetmu mulai menipis, kayaknya di pending dulu, Paling tidak nyaman kalau berada di keramaianunsplash/Natalia FigueredoBagi sebagian orang, berada di keramaian seringkali membuatnya merasa tidak nyaman. Tidak suka menjadi pusat perhatian, bisa jadi salah satu penyebabnya. Hal tersebut jugalah yang kerap kali mendorong orang tersebut untuk tidak ikut-ikutan jika temannya sedang mengadakan acara Tidak mau datang, karena dari awal kamu sudah yakin kalau itu semua bakal jadi wacanapexels/Moose Photos"Bilang mau ada acara kumpul-kumpul, ujung-ujungnya pasti bakal nggak jadi juga. Halaah, basi!"Karena sudan cukup sering mengalami kejadian dimana acara kumpul cuma sekedar wacana. Maka dari awal pun kamu sudah menduga, bahwa rencana yang teman-temanmu buat pasti akan berakhir jadi wacana lagi dan lagi. Alih-alih kamu bertanya dimana dan kapan acara itu akan diadakan, kamu justru lebih memilih diam dan bersikap santai. "Ya iyalah, toh pada akhirnya bakal nggak jadi juga" Ucapmu dalam hati.9. Ada hal yang ingin kamu lupakan tentang masa lalu yang pernah kamu alami, dan itu semua berkaitan dengan sekolah dan juga teman-temanmuunsplash/Seth MaceyKejadian di masa lalu seringkali membuat beberapa orang mengalami trauma. Misalnya seperti, pada saat di sekolah dulu, kamu pernah mengalami masalah ataupun kejadian yang tidak mengenakan dengan teman ataupun sekolahmu. Pernah dijauhi teman, dijadikan bahan bercandaan mereka, dan semua itu membuatmu merasa tersinggung dan sakit tak mau berlarut-larut memikirkan kejadian itu, lama-kelamaan kamu berusaha untuk mencoba melupakan dan menghindari teman-temanmu yang berlaku kurang baik tersebut. Makanya, kalau kebetulan ada acara buat kumpul-kumpul sama teman lamamu, seringkali kamu berusaha untuk menghindari kembali bersama teman masa sekolah memang tidak mudah. Namun, bukan berarti mustahil untuk dilakukan. Jika temanmu tidak datang ke acara kumpulan seperti reuni dan semacamnya. Jangan buru-buru menjudge mereka yang tidak-tidak, ya! Baca Juga 6 Cara Pintar Berhemat di Bulan Puasa Walau Banyak Acara Bukber IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Kompasiana memfasilitasi dan menjembatani terbentuknya banyak komunitas. Ini sangat menggembirakan, meski saya baru bergabung dengan komunitas yang anggotanya sesama kompasianer dan lebih mengedepankan silaturahmi. Saya belum bergabung dengan komunitas dengan hobi menulis yang spesifik atau komunitas dengan kesamaan hobi menulis cerpen, misalnya. Sebenarnya saya sempat ngobrol sedikit dengan Mbak Sri Rohmatiah Jalil via WA untuk mengadakan silaturahmi bersama kompasianer Madiun. Wisata kuliner di Madiun dokpri Arahnya mungkin membentuk komunitas kompasianer Madiun. Tapi kami kesulitan mendata kompasianer yang tinggal di Madiun selain Saya dan Mbak Sri. Kalaupun ada, mungkin hanya sekitar 5 orang termasuk saya dan Mbak Sri yang saat ini masih menunaikan ibadah haji bersama suaminya. Sayangnya, bahkan bertemu berdua saja dengan Mbak Sri, sampai saat ini belum terlaksana. Maklum kami sibuk dengan aktifitas masing-masing. Pernah pas saya longgar, berniat main ke rumah Mbak Sri, ternyata Mbak Sri sedang di Surabaya, menengok putrinya yang kuliah dan kost di sana. Sebaliknya, saat Mbak Sri longgar mengajak ketemuan, saya justru sedang mudik di Purworejo. 1 2 3 4 Lihat Hobby Selengkapnya
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Definisi kelompok yaitu suatu kumpulan individu yang berhubungan satu sama lain dengan memiliki tujuan yang sama. Untuk mencapai tujuan yang sama inilah akhirnya suatu kelompok dapat terbentuk. Biasanya kelompok terdiri dari dua orang atau lebih. Dari banyaknya orang yang memasuki suatu kelompok, pasti ada alasan yang bermacam - macam untuk bergabung dalam suatu kelompok tersebut. Contohnya saja kelompok arisan, banyak yang ingin bergabung dalam arisan salah satunya menabung untuk dikemudian hari. Seseorang pasti bergabung arisan agar uang tersimpan dan tidak dipakai untuk kebutuhan yang tidak penting sehingga mengurangi sifat konsumtif. Disini saya akan menjelaskan beberapa atau macam - macam alasan seseorang yang bergabung dalam suatu kelompok, yaitu 1. Mencapai tujuan karena memiliki kelompok. Apabila tidak berkelompok, tujuan tersebut sulit untuk dilakukan tercapai Seperti yang dijelaskan di atas, contohnya yaitu kelompok arisan. Banyak individu yang kurang bisa mengatur keuangan pribadinya. Apalagi di zaman sekarang, yang serba mudah dan instan. Berbagai toko zaman sekarang sudah menjalaninya dengan online. Itulah terkadang penyebab banyak orang yang sulit menahan diri untuk berbelanja, oleh karena itu banyak individu yang mengadakan kelompok arisan dengan tujuan untuk menabung. Agar mengurangi sifat konsumtif dan tidak membeli keperluan yang tidak penting. Tujuan yang sama inilah yang akhirnya dapat membuat suatu Kebutuhan seseorang dapat terpuaskanSeperti yang diketahui manusia merupakan makhluk sosial yang tidak bisa hidup sendiri dan pastinya membutuhkan bantuan orang lain. Terkadang dalam hati seseorang saat ingin bergabung dalam kelompok pastinya memiliki pertemanan yang dekat dengan orang - orang yang ada dalam kelompok tersebut. Tak jarang bagi individu tersebut pastinya memiliki rasa bangga karena saling memiliki, kemudian adanya rasa bangga telah masuk dalam kelompok tersebut. Itulah mengapa kebutuhan seseorang dapat terpuaskan melalui Status Tak jarang bagi mereka yang memasuki suatu kelompok, hanya ingin mendapat status kepopuleran. Dalam arti kata lain, ingin mendapat pengakuan dari orang - orang sekelilingnya. Karena telah memasuki suatu kelompok yang Bersosialisasi Mencari relasiKetika kita masuk ke suatu kelompok, pastinya kita banyak menemukan orang - orang yang tidak dikenal sebelumnya, dari situlah kita dapat mengasah diri kita untuk bersosialisasi sehingga banyak relasi yang bisa menguntungkan untuk di masa yang akan datang. 1 2 Lihat Ilmu Sosbud Selengkapnya
mengajak teman yg belum mendapatkan kelompok untuk ikut bergabung apakah itu termasuk sila ke dua, penjelasan sikap tersebut? Contoh sikap yang sesuai dengan sila kedua Pancasila, yaitu ….. a. mengajak bermusyawarah untuk menentukan ketua kelas b. selalu berdo’a sebelum dan setelah makan c. mengajak teman yang belum mendapatkan kelompok untuk bergabung d. menjenguk teman yang sedang sakit Mengajak tmn yg blm mendapatkan kelompok untuk ikut bergabungApakah mengajak teman yang belum mendapatkan kelompok untuk ikut bergabung termasuk pengamalan sila keduaQuiz. Jika kalian ada tugas kelompok menghafal lalu setiap kelompok bebas mau 2 atau 3 orang. Jika kamu sudah mempunyai teman kelompok berdua lalu temanmu dan kamu kasihan melihat ada satu teman mu yang lain yang belum memiliki kelompok dan kamu mengajaknya bergabung di kelompok kamu. Lalu beberapa hari kemudia teman yang kamu ajak bergabung susah dihubungu sementara waktu terus berjalan dan tinggal beberapa hari lagi. jika temanmu menyarankan untuk berkelompok berdua saja dan mengeluarkan teman yang kamu ajak tadi. lalu kamu dan dia takut teman yang kamu ajak bergabung marah, tetapi di lain tempat kamu juga baru menyadari bahwa hafalan berdua jauh lebih pendek dari bertiga. maka apa yang akan kamu lakukan ? … bisa termasuk, karena semua manusia berhak mendapatkan keadilan/kesetaraan seperti pancasila ke 2 Contoh sikap yang sesuai dengan sila kedua Pancasila, yaitu ….. a. mengajak bermusyawarah untuk menentukan ketua kelas b. selalu berdo’a sebelum dan setelah makan c. mengajak teman yang belum mendapatkan kelompok untuk bergabung d. menjenguk teman yang sedang sakit teman yang belum mendapatkan kelompok untuk bergabung maaf kalau salah Mengajak tmn yg blm mendapatkan kelompok untuk ikut bergabung Jawaban adalah perbuatan terpuji Penjelasan maaf kalo salah 。◕‿◕。 Apakah mengajak teman yang belum mendapatkan kelompok untuk ikut bergabung termasuk pengamalan sila kedua iyaaa…bunyi sila ke dua kemanusiaan yang adil dan beradabjadi kita sudah melakukan kegiatan keadilan juga dan peradaban juga Quiz. Jika kalian ada tugas kelompok menghafal lalu setiap kelompok bebas mau 2 atau 3 orang. Jika kamu sudah mempunyai teman kelompok berdua lalu temanmu dan kamu kasihan melihat ada satu teman mu yang lain yang belum memiliki kelompok dan kamu mengajaknya bergabung di kelompok kamu. Lalu beberapa hari kemudia teman yang kamu ajak bergabung susah dihubungu sementara waktu terus berjalan dan tinggal beberapa hari lagi. jika temanmu menyarankan untuk berkelompok berdua saja dan mengeluarkan teman yang kamu ajak tadi. lalu kamu dan dia takut teman yang kamu ajak bergabung marah, tetapi di lain tempat kamu juga baru menyadari bahwa hafalan berdua jauh lebih pendek dari bertiga. maka apa yang akan kamu lakukan ? … Jawaban Yang akan saya lakukan; 1. Berusaha untuk datang ke rumah nya dan menasihati nya baik² Karena di hubungi tidak bisa 2. Jika ia marah, plng lah dan km berkelompok berdua saja supaya tidak terjadi hal² yang tidak diinginkan. 3. Berusaha untuk tetap berteman dengan nya Penjelasan SEMOGA BERMANFAAT TERIMA KASIH DI MOHON UNTUK TIDAK DI REPORT NO COPAS NO GOGGLE
mengajak teman yang belum mendapatkan kelompok untuk ikut bergabung